Saya Datang Dari Seorang yang Ditinggalkan Meninggal oleh Ayah Saya Saat Masih Balita, Jadi Pesan Ini Benar-benar Mengingatkanku Akan Pentingnya Asuransi


Saya Datang Dari Seorang yang Ditinggalkan Meninggal oleh Ayah Saya Saat Masih Balita, Jadi Pesan Ini Benar-benar Mengingatkanku Akan Pentingnya Asuransi.

Hasil survei di atas dikatakan bahwa 96% istri tidak setuju bahwa suaminya memiliki polis asuransi tetapi 100% istri setuju jika ALMARHUM suaminya punya polis asuransi jiwa.

Jadi, mau menjadi yang manakah Anda? Hidup adalah pilihan. Jangan tunggu 100% tetapi jadilah yang 4% itu. Karena selalu ada penyesalan di setiap keterlambatan.

Artikel ini dikhususkan kepada para istri ataupun ‘calon istri’ dari hasil sharing Rizal Naidu dalam bukunya Power Closing and Handling Objection halaman 24-25. Penting untuk dibaca dan dipelajari dengan seksama.

Wahai para istri, bolehkah saya bertanya satu hal kepada Anda? Bayangkan jika seminggu yang lalu (jadi kan sudah lewat ya bu..jadi hanya seandainya saja..) tiba-tiba Anda mendapat panggilan telepon dari rumah sakit yang memberitahu bahwa suami Anda terkena serangan jantung. Untuk itu perlu dilakukan operasi ‘by pass jantung’ dan biayanya sebesar Rp.200.000.000,- Bagaimanakah perasaan Anda? Apakah kini Anda memiliki Rp.200.000.000,-  di rekening tabungan Anda?”

(Ingat loh Bu, ketika rumah sakit meminta biaya pengobatan, TIDAK BISA DICICIL TETAPI HARUS CASH TUNAI)

“Apakah Ibu memiliki dana tabungan sebesar 200 juta di rekening tabungan saat ini?”

Biasanya akan menjawab “TIDAK”

“Lalu apa yang Anda akan lakukan? Apakah ini akan menjadi masalah?”

“Ya, pasti sangat bermasalah. Saya akan lakukan apapun yang saya bisa untuk menyelamatkan suami saya”.

“Tetapi bagaimana caranya? Apakah Anda bersedia menjual mobil Anda, rumah Anda, atau barang berharga lainnya untuk membayar tagihan pengobatan suami Anda?”

Maka dia  pasti akan mengatakan, “Ya. Saya akan melakukan  apa saja untuk menyelamatkan suami saya. Saya tidak dapat hidup tanpa suami saya.”

“Jika demikian, apakah Anda saat ini membawa uang satu juta rupiah?”

“Ya Saya bawa”

“Dengan hanya satu juta rupiah, Saya dapat menolong Anda menyelesaikan masalah Anda yang Rp. 200 juta tanpa perlu menjual harta Anda.”

“Jika Anda tidak membawa satu juta rupiah saat ini, dapatkah Anda memaksa suami Anda tercinta untuk menabung satu juta rupiah pada kami? Tabungan satu juta rupiah ini akan memastikan Anda bisa tetap berada di sisi suami Anda untuk merawatnya, jika ia harus menjalani perawatan di masa depan.”

“Oh ya, ketika Anda menaruh uang satu juta rupiah ke rekening kami, uang Anda tidak akan hangus, tetapi uang itu bisa menjadi persiapan dana pendidikan anak Anda 15 tahun mendatang. Bisa juga untuk persiapan dana pensiun.”

“Bagaimana, sangat bijak kan kalau kita bisa mencicil dari sekarang biaya pendidikan anak kita sambil berjaga-jaga jika sampai ada panggilan dari rumah sakit dan meminta dana untuk biaya pengobatan suami Anda?”

Finally, jika Anda adalah para istri yang peduli akan kehidupan keluarga Anda. Segera hubungi agen-agen terdekat di kota Anda untuk membeli polis asuransi jiwa bagi suami Anda.

Hidup adalah pilihan. Jangan tunggu 100% tetapi jadilah yang 4% itu. Karena selalu ada penyesalan di setiap keterlambatan.

Dan yang paling penting, percayakan asuransi Anda kepada perusahaan asuransi terbaik di Indonesia, Prudential.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Saya Datang Dari Seorang yang Ditinggalkan Meninggal oleh Ayah Saya Saat Masih Balita, Jadi Pesan Ini Benar-benar Mengingatkanku Akan Pentingnya Asuransi"