Saya Kan Sudah Punya BPJS


Sering muncul pertanyaan, 'Sekarang kan sudah ada BPJS, jadi tidak perlu ada asuransi swasta dong kayak Prudential?'

Sometimes ada yang nyeletuk, 'Penjualan asuransinya menurunkan setelah ada BPJS?'

Dan kadang kala, ketika kita melakukan sosialisasi program investasi dan asuransi terbaik di Indonesia ini, muncul jawaban: 'Saya kan sudah punya BPJS.' Seolah dengan jawaban itu ingin menyatakan bahwa saya tidak butuh asuransi swasta lagi. Cukup punya BPJS sudah cukup.

Benarkah demikian?

Pada dasarnya program kesehatan pemerintah ini sangat bagus dan membangkitkan kesadaran berasuransi di masyarakat pada umumnya. Efeknya malah mendongkrak trust masyarakat tentang asuransi.

Namun apakah sudah punya BPJS saja sudah cukup?


Untuk kasus ini, tulisan dari dokter Erta Priadi Wirawijaya sangat layak untuk disimak. Yuk bijak berasuransi

Asuransi BPJS dan Prudential Bagus Mana?

Keduanya nggak bisa dibandingkan karena konsep-nya juga beda. Yang satu asuransi komersial yang satunya asuransi sosial. Yang satu harus ada untung tersisa yang satunya ngga harus untung (malah defisit terus). Masing-masing ada plus dan minusnya.

Kalau anda sekarang sakit, misal merokok sehat walafiat selama 30 tahun, ketika usia 50 tahun anda kena serangan jantung, lalu mengalami gagal jantung. Lebih parah lagi ternyata para-paru juga bermasalah, ada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) karena kebiasaan merokok anda. Jalan sedikit sesak, mau kerja ngga bisa, mau berhubungan suami istri juga ngga mampu. Biaya pengobatan sebulan mencapai 2 juta. Tidak dimakan obatnya sakit memburuk, akhirnya harus dirawat, keluar biaya 10 juta. Anda butuh bantuan untuk bisa hidup mendekati normal.

Bagaimana caranya?

Kalau anda ikutan asuransi komersial, misal Prudential, AXA, Generali, dll, anda kemungkinan besar anda ditolak untuk bergabung karena risiko sakit anda dinilai terlalu tinggi. Begitu pula berbagai macam kelainan bawaan yang memerlukan perawatan berulang atau tindakan mahal, tidak bisa ditanggung olah asuransi komersial. Saya sering ada pasien yang baru ketahuan memiliki sakit jantung bawaan saat dewasa. Biaya operasi kalau bayar sendiri bisa mencapai 100 juta rupiah, tidak ada asuransi yang mau menanggungnya

Kecuali BPJS

Anda sudah punya punya penyakit gagal jantung, PPOK, Stroke, bahkan penyakit jantung bawaan. Tidak usah pusing dengan biaya yang luar biasa besar, tinggal daftar BPJS maka penyakit anda bisa ditangani.

Tapi apakah punya BPJS saja cukup?

Tidak, karena apa yang ditanggung BPJS juga belum sempurna. Saya gunakan kata "belum" karena saya berharap kedepannya bisa ada perbaikan. Karena iuran yang minim, anggaran yang dimiliki BPJS pun minim, akibatnya tarif yang dibayarkan ke RS juga minim.

Contohnya apa?

Pasien dirawat di ICU, RS habis 30 juta, BPJS hanya bayar 10 juta. Sisanya RS harus mau tanggung rugi. Akibatnya? Pasien BPJS sekarang kesulitan cari ruang rawat ICU karena kalau dirawat di ICU sudah pasti RS defisit besar.

Tarif operasi di RS kelas C/D umumnya minim. Akibatnya apa? Jumlah operasi / tindakan dibatasi, pasien dirujuk ke RS yang lebih besar. Menumpuklah pasien di RS rujukan, antri menunggu giliran operasi.

Untuk kasus pembunuh nomer satu di Indonesia sendiri, serangan jantung dan stroke. Obat fibrinolitik yang seharusnya diberikan terpaksa tidak diberikan karena tarif untuk RS-nya minim.

Pada kondisi-kondisi diatas saya rasa diperlukan juga asuransi komersial seperti Prudential. Kekurangan biaya bisa tertutupi oleh asuransi komersial yang anda miliki. Jadi menurut saya kalau memang mampu punya keduanya akan lebih baik untuk anda dan keluarga.

So, masih berpikir 'Saya Kan Sudah Punya BPJS.' Yuk cepat berubah dan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk Anda dan keluarga yang Anda kasihi. Yuk berasuransi tapi bukan sembarang asuransi. Pilihan asuransi yang terbaik. Yang terus berinovasi dan mengerti kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan asuransi yang sudah profitable. Jangan tergiur dengan 'promo sesaat' karena pada dasarnya asuransi swasta based on benefit. Jika tidak untung, perusahaan tersebut bisa saja cabut dari Indonesia. Dan untuk saat ini, Prudential selalu menjadi pilihan pertama dan terbaik masyarakat Indonesia sejak 2003 sampai dengan saat ini. Yuk bijak berasuransi.

sumber artikel: https://www.facebook.com/ertapriadi

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Saya Kan Sudah Punya BPJS"

  1. Rudyantoi asmali30 Maret 2017 00.25

    Klau menurut anda dana BPJS minim anda salah, Krn direktur BPJS digaji sangat besar, bahkan lebih besar dari direktur bank...

    BalasHapus
  2. Memiliki bpjs skaligus asuransi, jika sakit apa bisa memakai keduanya?
    Misal kalau pakai sistem reimburst, bkn kah keduanya menginginkan kuitansi pmbayaran asli dari RS terkait? Smntara kuitansi yg dikeluarkan biasanya hanya 1 saja. Berarti bagaimana caranya supaya bisa memakai bpjs skaligus asuransi??

    Mohon penjelasnnya. Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa bu..dgn bbrp ketentuan..misalnya selisih biaya yg tidak ditanggung bpjs, maka bisa diklaim reimburst ke Prudential,yg besar kecilnya disesuaikan dgn platform yg diambil di produknya Prudential..silahkan kontak saya utk informasi lain di 0821 3701 2470..

      Hapus
  3. Halo bu Rumanti, untuk produk asuransi swasta ada banyak manfaat lain yang bisa dikoordinasikan dengan BPJS. Untuk jelasnya bisa hubungi agen terdekat di kota Anda atau silahkan tinggalkan no hp, nanti ada teman yang akan memberikan free konsultasi. Btw ada peluang bisnis yang bagus juga. Semoga membantu.

    BalasHapus
  4. Untuk lbh bijaknya bpjs hanya u rawat jalan, sedangkan asuransi swasta u rawat inap dan rawat gawat darurat. Bpjs itu bukan asuransi.

    BalasHapus